Manado, suarakhatulistiwa.net – Salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang sudah lama terbengkalai, Malalayang Beach Hotel (MBH), akhirnya mendapat perhatian serius. Hotel yang berlokasi strategis di pesisir Malalayang itu bakal dikembangkan kembali di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK).
Selama lebih dari 20 tahun, MBH tidak difungsikan secara optimal, meskipun menyimpan potensi besar sebagai penunjang sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kini, di tangan Gubernur YSK, Pemprov Sulut menunjukkan komitmennya untuk memaksimalkan kembali pemanfaatan aset ini melalui pengembangan lanjutan.
Langkah awal pengembangan MBH ini dibahas dalam rapat yang digelar di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (2/4/2025), dan dipimpin langsung oleh Gubernur YSK. Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala BPKPD Provinsi Sulut Jeffry Pua, Kepala Dinas PUPR Sulut Handry Daud, Kepala Dinas Pariwisata Sulut Sandra Moniaga, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Jemmy Ringkuangan, serta Direktur Operasional PT Membangun Sulut Hebat, Steven Lumowa.
Gubernur YSK menyampaikan bahwa pihaknya akan meninjau langsung lokasi Malalayang Beach Hotel, guna memastikan rencana pengembangan ini berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan.
“Kita akan lihat langsung kondisi di lapangan. MBH memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan selama bertahun-tahun. Sekarang saatnya kita bergerak,” ujar Gubernur.
Dengan dorongan kepemimpinan baru dan semangat membangun Sulut yang lebih maju, revitalisasi MBH diharapkan mampu menjadi salah satu pemicu tumbuhnya sektor pariwisata serta pengelolaan aset daerah yang lebih optimal dan berkelanjutan.












