MINAHASA UTARA — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Ir. Novly Wowiling, M.Si. — mewakili Bupati Joune Ganda — turut mendampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkai dalam kegiatan peninjauan lokasi calon Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Kabupaten Minahasa Utara, bersama Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Menengah, serta Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, beserta Sekretaris Ditjen Eko Susanto. Peninjauan berlangsung di kawasan Hutan Kenangan, Minggu (31/5/2026).

Kabupaten Minahasa Utara mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang akan menjadi lokasi pembangunan baru Sekolah Nasional Terintegrasi. Program strategis ini masuk dalam daftar prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kunjungan Dirjen Gogot beserta rombongan ke kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minahasa Utara bukan sekadar survei teknis semata. Di balik peninjauan tersebut tersimpan harapan besar untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Sulawesi Utara, sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta unggul dari daerah.

Gogot menjelaskan bahwa dari dua lokasi SNT yang direncanakan di Sulawesi Utara, hanya Kabupaten Minahasa Utara yang akan dibangun sepenuhnya dari awal sebagai proyek greenfield, sementara lokasi lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur akan dikembangkan melalui integrasi dengan fasilitas pendidikan yang sudah ada.
Secara nasional, program SNT hanya akan dibangun di 73 titik di seluruh Indonesia, sehingga keikutsertaan Minahasa Utara dalam program ini dinilai sebagai kesempatan strategis yang dapat mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Konsep SNT dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu lingkungan belajar modern yang saling terhubung. “Ini merupakan sekolah terbaik yang mengintegrasikan pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu lokasi. Harapannya, calon-calon pemimpin masa depan bangsa dapat tumbuh dari seluruh daerah di Indonesia, tidak hanya dari kota-kota besar,” kata Gogot.
Sekolah tersebut juga akan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEAM — sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika — dengan dukungan fasilitas modern seperti learning hub, laboratorium, sarana olahraga, serta standar pembelajaran berkelas internasional.

Mengenai kesiapan lahan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menyiapkan lahan seluas sekitar 11,3 hektare di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan, ditambah lahan pendukung seluas sekitar 2,3 hektare. “Yang kami perlukan saat ini adalah kesiapan lahan dari pemerintah daerah. Untuk pembangunan maupun operasional nantinya akan didukung pemerintah pusat,” jelas Gogot.
Terkait jadwal pelaksanaan, pemerintah pusat masih menunggu terbitnya Instruksi Presiden sebagai dasar hukum program tersebut, dengan target penetapan lokasi pada awal atau pertengahan Juni agar proses selanjutnya dapat segera berjalan.
Wakil Gubernur Victor Mailangkai menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan menegaskan bahwa program SNT merupakan langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menjadikan pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk mendukung penuh realisasi program tersebut.
Dengan luas kawasan yang mencapai lebih dari 13 hektare, lokasi yang telah disiapkan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pendidikan unggulan, tidak hanya bagi Sulawesi Utara, tetapi bagi Indonesia secara keseluruhan.











